wrapper

Selasa, 22 Mei 2018

20170329 Deputi RBKunwas Hadiri Peningkatan Akuntabilitas Kinerja Pemkot Bekasi

Asistensi Peningkatan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Kota Bekasi

JAKARTA - Pemerintah Kota Bekasi menindaklanjuti hasil evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) yang diberikan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) dengan mengadakan kegiatan asistensi kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bertema Peningkatan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Kota Bekasi Tahun 2017. Acara tersebut dipimpin langsung oleh Walikota Bekasi, Rahmat Effendi, didampingi Sekretaris Daerah Kota Bekasi,  Rayendera Sukarmadji, dan turut dihadiri Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur, dan Pengawasan (RBKunwas) Kementerian PANRB, M. Yusuf Ateh.

Dalam kesempatan tersebut, Rahmat Effendi mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Bekasi menargetkan predikat A dalam penilaian dan evaluasi implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) tahun depan. Oleh karena itu, dirinya berharap seluruh Kepala OPD mampu menerjemahkan komitmen tinggi yang telah disampaikan guna mewujudkan target tersebut. "Tidak ada yang sulit asal ada kemauan!" tegasnya.

Lebih lanjut, Rahmat juga mengatakan bahwa komitmen tinggi pimpinan harus diselaraskan dengan komitmen yang tinggi pula dari seluruh Kepala OPD. Hal ini dikarenakan seluruh teknis pengelolaan program dan kegiatan Pemerintah Kota Bekasi didukung penuh oleh setiap OPD.

Untuk melihat keseriusan dan komitmen Kepala OPD, Walikota Bekasi tersebut memberikan tes kepada tiga Kepala OPD secara acak. Itu juga dilakukan untuk melihat sejauh mana pemahaman Kepala OPD terhadap SAKIP khususnya dalam manajemen kinerja organisasi dan manfaat dari keberadaan organisasi tersebut.

Sementara itu, Ateh menekankan pada seluruh Kepala OPD bahwa perubahan mindset menjadi sebuah hal yag paling utama dalam memperbaiki manajemen kinerja guna mewujudkan pemerintahan yang efektif dan efisien. "Yang paling utama itu bagaimana mengubah mindset sehingga bisa menghasilkan manfaat, mengubah dari input atau income oriented menjadi outcome oriented," ujarnya. (am)


Link Terkait

whistleblowingombudsmankpklaporbpkp presiden riSurvei integritas1Survei integritas2e office